Tampilkan postingan dengan label movie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label movie. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Juni 2018

Music & Lyrics

Music & Lyrics (2007) bercerita tentang Alex (Hugh Grant), bintang pop era 1980-an yang berkibar lewat band-nya yang bernama Pop. Lima belas tahun kemudian, Alex tergusur ke pinggiran. Ia tampil hanya di taman hiburan, karnaval lokal, dan reuni SMA.

Ia mendapat kesempatan untuk kembali bangkit saat diminta Cora (Haley Bennett), bintang baru masa kini, untuk menulis satu lagu buat album terbaru Cora di mana keduanya nanti akan tampil duet. Namun, ia mengalami kendala karena ia tidak bisa menciptakan lirik lagu. Setelah berusaha sendiri dan gagal, akhirnya Alex memutuskan untuk mencari partner untuk diajak bekerja sama. Sempat bingung mencari penulis lirik, Alex akhirnya tertolong oleh Sophie (Drew Barrymore), wanita yang merawat tanam-tanaman di rumah Alex, yang ternyata pintar menulis puisi dan syair lagu. Mereka berdua membuat lagu untuk Cora, yang seperti permintaan Cora diberi judul Way Back into Love. Lagu itu ternyata cocok buat Cora, dan akhirnya dimasukkan ke dalam album terbaru Cora.

Drama perselisihan terjadi saat proses penyelesaian lagu tersebut. Dimana Alex dan Sophie mulai mengedepankan ego masing-masing saat penciptaan lagu. Kata Alex, musik (irama) adalah yang terpenting, karena lirik bisa bercerita apa aja dan tinggal mengikuti irama. Tapi kata Sophie, lirik lah yang paling penting, karena di situ tersimpan makna pesan sesungguhnya yang hendak disampaikan sang seniman. Musik mirip wajah cantik dan seorang wanita, sedang lirik adalah inner beauty-nya yang berupa kecerdasan, kebaikan hati, sifat keibuan, etc. perselisihan ini berbuntut panjang yang menyebabkan mereka bertengkar. Pertengkaran tersebut akhirnya mengabaikan penyelesaian bait terakhir lagu yang sedang diciptakan.

Ada adegan yang berkesan saat Cora menggelar konser dan menghadirkan Alex sebagai bintang tamu. Cora mengatakan bahwa Alex akan membawakan lagu karya dia sendiri. Mendengar itu Sophie jadi down dan memutuskan untuk pergi karena mengira Alex mengambil seluruh kredit penulisan lagu Way Back into Love untuk dirinya sendiri dan melupakannya. Kepercayaan Sophie ke Alex menjadi hilang. Namun ketika Sophie sudah dekat dengan pintu keluar, ia mendengar lagu yang berbeda. Ternyata yang dibawakan bukan Way Back into Love, melainkan lagu ciptaan Alex yang lain: Don’t Write Me Off. Liriknya bercerita tentang bagaimana Sophie mengubah hidup Alex, dari “1980s Has Been” yang tumpul menjadi seniman yang kembali menemukan keberanian dan skill-nya untuk menulis lagu. Sophie berurai air mata saat mencermati sepotong demi sepotong lirik yang disampaikan Alex.

Akhirnya Sophie memutuskan untuk menemui Alex dan melakukan rekonsiliasi. Kini mereka sepakat, ketika musik bertemu lirik yang tepat, barulah sebuah lagu yang indah bisa diciptakan. Dengan kesepakatan tersebut, terciptalah bait terakhir yang membuat lagu tersebut akhirnya selesai dan dapat dirilis.

Moral of the story: Setiap bagian kecil dari sebuah sistem, meski seolah nampak tidak berarti, adalah penting bagi berfungsinya seluruh sistem. Ego masing-masing individu hanya akan menghambat sistem dalam memberikan hasil yang terbaik. Selain itu, kerjasama yang baik tidak hanya dapat menghasilkan sesuatu yang baik, tetapi juga dapat mengubah individu yang terlibat didalamnya menjadi seseorang yang lebih baik.

Kamis, 03 November 2016

Perihal Memaknai, Tentang Melepaskan

Have you ever feel disturbed by words in your head? It feels like those words playing around your mind and push you to write? Thats exactly what I feel right now. Bagian pertama dari judul tulisan ini sudah muncul di kepala nyaris sebulan terakhir, selalu berputar dan menampakkan diri di saat yang tidak terduga. Namun ketika saya coba tuangkan ke dalam tulisan, tidak ada ide yang muncul untuk ‘mengisi’ penggalan kalimat tersebut, terasa terlalu berat. Akhirnya judul ini menggantung di draft tulisan tanpa saya lihat lagi. Pun ketika saya mendapatkan penggalan kalimat kedua beberapa hari yang lalu, rasanya judul ini hanya akan menggiring saya ke untaian nasihat yang terlalu menggurui. Lebih baik dibiarkan saja tersembunyi di dalam draft. Namun tidak saat ini. Rasanya saya sudah tidak diijinkan menunda lagi.

Jumat, 20 November 2015

Inside Out, It's Okay to be Not Okay



 For the first time in forever saya akan ulas sedikit mengenai film unik yang baru saya tonton (berkali-kali). Yak, Inside Out. Film animasi keluaran Pixar ini mengikuti jejak senior-seniornya dalam menggugah hati dan melatih otak sang penonton dengan filosofi yang disuguhkannya. Early warning, spoiler alert.

image from google
 

Tempat Mengungkap yang Tak Terucap Template by Ipietoon Cute Blog Design