My favorite memory with my parents is that time when I broke up with my boyfriend. Perhaps you think that this story is out of topic. No, it's not. As an introvert girl, I never told my parents about my problems. I just thought they couldn't help me at all. And I was too old to share my trouble with them(I was 21yo at that time). But when I broke up I couldn't think of anything except calling my dad asap. At his first hello, my tears burst out. I was crying like a child. "Daddy, I broke up. Why is it so hurt?" My dad just listened to me in silence. I know that there was my mom too. They told me nothing but I knew they were there. When I stopped crying, my dad told me this: "keep calm baby, you still have me, you still have us. We love you so much. It's enough, right?"
I didn't answer that question. But my heart said, yes dad, that's more than enough.Rabu, 10 Juni 2015
Jumat, 20 Maret 2015
Thanks for Cheer Me Up (Again)
Tuhan itu luar biasa banget. Luar
biasa baiknya, luar biasa humorisnya, dan luar biasa manisnya. Kenapa aku bisa
bilang begitu? Karena sore ini aku baru mengalami (lagi) yang namanya dihibur
dengan manis oleh-Nya.
Today wasn’t good day. I had some
family argumentation which make a negative effect for my plan, my day, and my
mood and much more. I have terrible feeling. Do you ever feel the pain in your
chest literally from seeing/hearing/thinking something that breaks your heart? I
did. What is the worst part from cancelled plan? The fact that all of your word
was unlistened. Even your tears can’t come out from your eyes because of the
pain. Sadness, anger, disappointment seems like want to make my heart full. And everything getting worse when I
got traffic near my house. It push me to turn around and find another way,
further. Oh God, can’t this getting worse? Padahal saat itu maunya cepat-cepat
sampai di rumah dan mengurung diri di
kamar. Aku mengeluh.
Label:
Refleksi diri
Rabu, 18 Februari 2015
A Letter for You*
Dear my life partner (to be)*,
Sedang apa kamu saat ini? Sedang
bekerja kah? Sedang berencana membuka usaha? Atau sedang pusing dengan
pertanyaan ajaib ‘kapan married’?
hahahaha. Aku disini juga mengalami hal yang sama. Menyebalkan, ya? Iya. Tapi
sudahlah, tidak perlu diambil pusing, toh nanti kamu yang menjalani hidupmu.
Bukan mereka. Anggap saja itu cara mereka memberi perhatian padamu :p.
Apa yang harus kamu lakukan saat
ini hanyalah bertumbuh, mencari kehendak Tuhan, dan menggunakan talentamu
semaksimal mungkin. Aku percaya, jika kita sudah sama-sama siap, Tuhan akan
mempertemukan hati kita di waktu yang tepat.
Label:
#30HariMenulisSuratCinta
Selasa, 17 Februari 2015
Happy 25, Dear!
Hai Dek, how was your 25? How big
your mouth smiling today? I sent you a voice note, not too good, but I hope it
can make you remember my bad voice :p. you miss me? Because I do, I miss you
much, Dek. Kamu dimana, sih, sekarang? Di Palembang atau di ibukota? Keberadaan
anakku saja aku tidak tahu, mom macam apa ini? Hahaha.
Kamu yang bahagia ya disana.
Belajar yang bener, kerja yang rajin, biar nanti bisa beliin mom mobil untuk
kado pernikahan (yang entah kapan) hahaha. Kalau ada pria yang membuatmu
tertarik, boleh loh cerita-cerita ke mom. I’m still your mom, right? Meski kita
Cuma beda usia sebulan :p.
Semoga di usiamu yang sekarang,
kamu makin bertumbuh dalam Tuhan, ya, Dek. Semoga cita dan asa mu terkabul.
Semoga kehadiranmu bisa menjadi berkat bagi sekitar. Keep contact even in our
rush time, ya!
Nb: dapet salam dari cimo si
buntelan bulu x)
With love,
Mom
Label:
#30HariMenulisSuratCinta
Langganan:
Postingan (Atom)