Siang itu hujan badai membasahi
nyaris seluruh kota. Awan gelap dan genangan air menyelimuti sepanjang
perjalanan pulang saya dari istirahat makan siang. Obrolan saat itu pun
akhirnya didominasi dengan kenangan masa kecil yang terasa sangat menyenangkan.
Kami saling bertukar cerita tentang bagaimana semangatnya kami di waktu kecil
ketika hujan turun dengan derasnya. Mulai mencari genangan air untuk dijadikan
wahana permainan, duduk di bawah talang air untuk mendapatkan pancuran hujan
agar seolah kami sedang bertapa di sebuah air terjun di pelosok bumi. Tidak ada
keresahan akan sakit flu yang mungkin akan menyerang, atau ketakutan pakaian
yang basah karena bermandikan air dari langit. Semua yang ada hanya tawa,
kegembiraan, dan tarian suka cita bersama teman-teman sepermainan lainnya.
Keadaan yang berbeda muncul ketika kami-kami yang dulu masih kecil kini telah
menjadi dewasa. Hujan badai menjadi salah satu yang paling dihindari. Semua
akan menjadi serba sulit, serba macet, dan serba terhambat. Keceriaan menyambut
hujan sirna tergeser tugas dan tanggung jawab para pekerja.